HMDNews – Jakarta | APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) merupakan salah satu instrument penting bagi masyarakat indonesia untuk bisa mencapai cita-citanya. Dalam pengelolaan keuangan negara terdapat dua konsep krusial yang memainkan peran utama dalam suatu ekonomi yaitu APBN dan APBD.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan sejumlah strateginya dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap APBN sebagai instrumen utama pengelola keuangan negara. Strateginya itu, disampaikan dalam sesi wawancara bersama Retno Pinasti di Gedung AA Maramis, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026).
“APBN harus dikelola secara terukur dan transparan agar senantiasa dipercaya oleh masyarakat maupun komunitas internasional. Pemerintah Republik Indonesia itu adalah pemerintah yang harus bisa dipercaya oleh semua pihak, termasuk oleh rakyatnya. APBN sebagai alatnya juga harus bisa dipercaya,” ujar Menkeu Suahasil.
Ia menjelaskan APBN yang kredibel adalah APBN yang dikelola dengan rapi, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Selain itu, APBN juga didesain secara ekspansif namun terukur.
“Terukur, bukan jor-joran, tetapi memang belanja yang dimaksudkan untuk bisa menyentuh kehidupan masyarakat, pelayanan publik harus jalan, operasional pemerintahan cukup efisien, perlindungan sosial harus kita jaga, infrastruktur dasar, infrastruktur perdesaan, infrastruktur sosial harus dibiayai dari APBN,” terang Menkeu Suahasil.
Sebagai bentuk komitmennya, dalam menjaga efisiensi serta postur anggaran yang sehat, pemerintah pun merancang penurunan defisit APBN dari estimasi sekitar 2,85% pada tahun 2026 menjadi 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada APBN tahun anggaran 2027. Untuk APBN 2027, kita mendesain APBN dengan defisit 2,4% dari PDB. Ini adalah pesan dari Bapak Presiden, APBN betul-betul dibuat lebih efisien. **
(Hd1210)







